Trade Deadline Aftermath: Cavs Kuat, Wizards Rapuh. NBA Trade Deadline 2026 resmi ditutup pada Kamis malam (13 Februari 2026), dan dampaknya langsung terasa di klasemen Wilayah Timur. Cleveland Cavaliers keluar sebagai salah satu pemenang terbesar dengan penambahan talenta yang langsung mempertebal rotasi mereka, sementara Washington Wizards justru tampak semakin rapuh setelah melepas aset penting tanpa mendapatkan balasan sepadan. Cavs kini semakin diunggulkan sebagai penantang serius di Timur, sedangkan Wizards terlihat makin jauh dari zona playoff. Pergerakan deadline kali ini menegaskan bahwa Cavs sedang all-in untuk gelar, sementara Wizards memilih jalur rebuild panjang yang penuh risiko. MAKNA LAGU
Pergerakan Cavs: Langkah Berani Menuju Gelar: Trade Deadline Aftermath: Cavs Kuat, Wizards Rapuh
Cleveland Cavaliers melakukan dua akuisisi kunci sebelum deadline. Mereka mendapatkan wing defender Dejounte Murray dari Atlanta Hawks dengan mengorbankan Isaac Okoro, dua pick putaran pertama (2027 dan 2029), serta swap rights. Murray langsung menambah dimensi playmaking dan pertahanan perimeter yang selama ini jadi kelemahan Cavs di playoff. Selain itu, Cavs juga mengamankan big man cadangan Jonas Valančiūnas dari New Orleans Pelicans dengan paket yang relatif murah (Larry Nance Jr. dan pick putaran kedua).
Kedua tambahan ini membuat rotasi Cavs semakin dalam: Donovan Mitchell dan Darius Garland tetap jadi motor serangan, Evan Mobley dan Jarrett Allen menguasai paint, sementara Murray dan Valančiūnas memberikan fleksibilitas di bench. Analis liga menyebut Cavs kini punya lineup yang mampu bertahan di seri playoff panjang melawan tim seperti Boston Celtics atau Milwaukee Bucks. Rekor mereka naik menjadi 38–16 setelah deadline, dan odds juara Wilayah Timur langsung melonjak ke posisi kedua di belakang Celtics.
Wizards: Rebuild Panjang dengan Harga Mahal: Trade Deadline Aftermath: Cavs Kuat, Wizards Rapuh
Washington Wizards memilih jalur berbeda: melepas hampir semua aset berharga. Kyle Kuzma dikirim ke Detroit Pistons dengan imbalan dua pick putaran pertama (2028 dan 2030) plus pick swap. Jordan Poole dan Daniel Gafford juga dilepas ke tim-tim contender dengan balasan yang lebih banyak berupa aset masa depan daripada pemain siap pakai. Wizards kini hanya menyisakan Alex Sarr sebagai cornerstone masa depan, ditambah beberapa prospect muda dan cap space besar di offseason 2026.
Langkah ini membuat Wizards semakin rapuh di musim ini. Rekor mereka turun ke 12–42, dan peluang lolos play-in praktis hilang. Fans banyak yang kecewa karena tim tidak mendapatkan bintang muda atau pick tinggi yang langsung bisa mempercepat rebuild. Manajemen Wizards menyatakan ini adalah strategi jangka panjang untuk membangun tim dari nol, tapi banyak analis menilai mereka membayar terlalu mahal untuk “masa depan” yang belum pasti.
Dampak di Klasemen dan Prediksi Playoff
Setelah deadline, Cavs menjadi ancaman serius di Timur. Dengan tambahan Murray, mereka punya lineup yang seimbang antara scoring, playmaking, dan defense. Prediksi awal menempatkan Cavs sebagai seed 2 atau 3 dengan peluang besar mencapai Final Wilayah Timur. Sementara Wizards terperosok ke dasar klasemen Timur dan diprediksi akan mendapatkan pick lotre tinggi di draft 2026 atau 2027—meski dengan risiko rebuild yang panjang dan tidak menentu.
Deadline ini juga menunjukkan tren liga: tim contender seperti Cavs, Knicks, dan Timberwolves berani all-in, sementara tim bottom seperti Wizards dan Pistons memilih mengumpulkan aset masa depan. Pasar trade musim panas nanti diprediksi akan lebih ramai karena banyak tim yang masih punya cap space besar.
Kesimpulan
Trade Deadline 2026 meninggalkan gambaran jelas: Cleveland Cavaliers semakin kuat dan siap bertarung di playoff, sementara Washington Wizards memasuki fase rebuild yang berat dan penuh ketidakpastian. Keputusan Cavs untuk menambah Murray dan Valančiūnas terbukti tepat waktu, sedangkan langkah Wizards—meski logis dari sisi jangka panjang—membuat mereka semakin jauh dari kompetisi. Bagi penggemar basket, ini adalah momen menarik: Cavs berpotensi menjadi penantang gelar, sementara Wizards harus bersabar menunggu hasil draft dan pengembangan talenta muda. Musim reguler masih menyisakan sekitar 30 laga—dan playoff Timur kini terasa semakin kompetitif.