Spurs-Magic Ditunda Karena Badai Salju Charlotte. Pertandingan antara San Antonio Spurs dan Orlando Magic yang semula dijadwalkan pada Minggu, 1 Februari 2026, di Frost Bank Center, San Antonio, mengalami penundaan signifikan akibat badai salju yang melanda Charlotte, North Carolina. Spurs terjebak di kota tersebut setelah laga tandang melawan Charlotte Hornets pada Sabtu malam, sehingga tim tidak bisa kembali ke San Antonio tepat waktu. Badai salju yang menjatuhkan lebih dari 9 inci salju menyebabkan pembatalan penerbangan, memaksa NBA mengubah jadwal mulai dari pukul 3 sore menjadi 6 sore ET, lalu akhirnya digeser lagi menjadi 9 malam ET. Situasi ini menjadi contoh langka bagaimana cuaca ekstrem bisa mengganggu kalender NBA, meski pertandingan akhirnya tetap digelar meski dengan keterlambatan panjang. MAKNA LAGU
Kronologi Kejadian dan Dampak Badai Salju: Spurs-Magic Ditunda Karena Badai Salju Charlotte
Semuanya bermula dari pertandingan Spurs vs Hornets pada Sabtu, 31 Januari 2026. NBA sudah mengantisipasi cuaca buruk dan memajukan tip-off menjadi siang hari. Spurs kalah 111-106, lalu berencana terbang pulang malam itu untuk mempersiapkan laga kandang melawan Magic keesokan harinya. Namun, badai salju yang disebut “bomb cyclone” melanda Charlotte dan sekitarnya, menutup Bandara Internasional Charlotte Douglas. Lebih dari 9 inci salju turun dalam waktu singkat, disertai angin kencang, membuat semua penerbangan dibatalkan.
Tim akhirnya terpaksa menginap di Charlotte. Pada Minggu pagi, mereka berangkat sekitar pukul 9:20 pagi, tapi pesawat mengalami masalah teknis kecil dan harus mendarat darurat di Atlanta sebelum berganti pesawat. Perjalanan yang seharusnya singkat menjadi sangat melelahkan. NBA kemudian mengumumkan penundaan pertama menjadi 6 sore ET, lalu penundaan kedua menjadi 9 malam ET agar tim punya waktu cukup untuk tiba, istirahat, dan bersiap. Orlando Magic, yang sudah berada di San Antonio, harus menunggu lebih lama dari jadwal normal.
Persiapan Tim dan Penyesuaian Jadwal: Spurs-Magic Ditunda Karena Badai Salju Charlotte
Penundaan ini memberikan tantangan logistik bagi kedua tim. Spurs tiba di San Antonio dengan waktu terbatas untuk latihan atau pemulihan. Pelatih Gregg Popovich dan staf medis harus memastikan pemain tidak mengalami kelelahan berlebih setelah perjalanan panjang dan kurang tidur. Beberapa pemain seperti Victor Wembanyama dan Keldon Johnson sempat mengomentari pengalaman “petualangan” tersebut di media sosial, menunjukkan bahwa tim tetap berusaha menjaga semangat meski situasinya tidak ideal.
Bagi Magic, yang sudah berada di lokasi sejak sebelumnya, penundaan berarti penyesuaian rutinitas pemanasan dan strategi. Pelatih Jamahl Mosley harus mengatur ulang jadwal pemain agar tetap fokus meski pertandingan dimulai jauh lebih malam dari rencana. NBA juga menginformasikan penonton melalui berbagai kanal agar mereka menyesuaikan kedatangan ke arena. Meski tidak sepenuhnya dibatalkan (postponed indefinitely), penundaan beberapa jam ini tetap mengganggu ritme kedua tim di tengah jadwal padat musim reguler.
Kesimpulan
Penundaan pertandingan Spurs vs Magic akibat badai salju di Charlotte menjadi pengingat bahwa bahkan liga sekelas NBA tidak kebal terhadap kekuatan alam. Meski akhirnya pertandingan tetap berlangsung pada malam hari dengan waktu mulai yang digeser hingga 9 malam ET, insiden ini menunjukkan betapa rumitnya logistik tim di musim dingin, terutama saat back-to-back atau road trip panjang. Spurs harus menghadapi tantangan fisik dan mental setelah terjebak semalaman, sementara Magic harus menjaga fokus di tengah penantian panjang. Situasi seperti ini jarang terjadi, tapi ketika datang, ia menguji adaptasi dan profesionalisme semua pihak—dari pemain, pelatih, hingga manajemen liga. Semoga cuaca lebih bersahabat ke depannya agar kalender NBA tetap berjalan mulus, dan tim-tim bisa fokus sepenuhnya pada permainan di lapangan.