Raja Muda IBL Sengit Pekan Ini. Awal musim IBL 2026 memang terasa lebih kompetitif, terutama dengan kebangkitan beberapa tim seperti Rajawali Medan yang musim lalu sempat kesulitan. Kali ini, Rajawali tampil di kandang sendiri dengan dukungan suporter fanatik Sumatera Utara, sementara Satria Muda datang sebagai tim yang belum terkalahkan di empat laga awal. Pertemuan ini jadi ujian berat bagi keduanya: Rajawali ingin membuktikan diri sebagai kekuatan baru, sedangkan Satria Muda bertekad mempertahankan momentum sempurna mereka. REVIEW WISATA
Jalannya Pertandingan yang Ketat: Rajawali Medan vs SatriRajawali Medan vs Satria Muda IBL Sengit Pekan Ini
Laga dimulai dengan tempo tinggi. Rajawali Medan langsung mengambil inisiatif dan memimpin di kuarter pertama dengan skor 24-19. Permainan agresif mereka, terutama di area paint, membuat Satria Muda sempat kewalahan. Namun, Satria Muda mulai menemukan ritme lewat tembakan luar yang akurat, termasuk kontribusi penting dari Jordan Ivy Curry.
Kuarter kedua berjalan sangat ketat, penuh kejar-mengejar angka. Kedua tim saling serang tanpa henti, hingga paruh pertama berakhir imbang 40-40. Yudha Saputera tampil solid di lini belakang Satria Muda, sementara Chad Teron Brown mendominasi rebound dan menjadi benteng pertahanan. Rajawali tak kalah gigih, meski harus bermain tanpa Brandone Francis yang cedera dari laga sebelumnya.
Memasuki kuarter ketiga, Rajawali kembali memimpin. Mereka sempat unggul hingga 11 poin berkat permainan kolektif yang rapi. Antonio Hester menjadi motor utama dengan 35 poin, 12 rebound, dan 5 assist—penampilan luar biasa dari sang import. Ater Majok juga all-out selama 40 menit penuh, menyumbang 15 poin dan 18 rebound. Elgi Wimbardi menambah ancaman dari luar garis dengan tiga tripoin yang menghasilkan 10 poin.
Momen Krusial di Akhir Laga: Rajawali Medan vs SatriRajawali Medan vs Satria Muda IBL Sengit Pekan Ini
Drama sesungguhnya baru terjadi di kuarter keempat. Rajawali tampak akan mengunci kemenangan, tapi Satria Muda tak menyerah. Dalam lima menit terakhir, mereka melesat dengan run 16-0 yang spektakuler. Defisit langsung terpangkas, skor berbalik menjadi 71-70 untuk Satria Muda. Momentum ini tak berhenti di situ; mereka terus membuka jarak hingga akhirnya menutup laga dengan 82-73.
Jordan Ivy Curry menjadi top scorer Satria Muda dengan 23 poin, sekaligus berperan besar dalam membangkitkan mental tim. Chad Brown dan Yudha Saputera juga krusial dalam menjaga kestabilan. Kemenangan ini membuat Satria Muda (kini 4-0) semakin kokoh di papan atas, sementara Rajawali turun ke rekor 3-2.
Kesimpulan
Pertandingan ini membuktikan bahwa IBL 2026 tak akan mudah ditebak. Rajawali Medan menunjukkan perlawanan sengit dan potensi besar, meski akhirnya harus menyerah karena kurang konsisten di momen krusial. Satria Muda, di sisi lain, kembali memperlihatkan karakter juara: mampu bangkit dari ketertinggalan dan mengandalkan teamwork solid. Kini, Rajawali masih punya kesempatan memperbaiki catatan di laga kandang berikutnya melawan Pelita Jaya (28 Januari) dan Hangtuah Jakarta (31 Januari), sementara Satria Muda siap melanjutkan tren positif di Bandung. Pekan ini benar-benar menggambarkan esensi basket: tak ada yang pasti sampai peluit akhir berbunyi. Semoga duel seru seperti ini terus menghiasi kompetisi!