Jordi Fernandez Memuji Perjuangan Tim Brooklyn Nets. Pelatih Brooklyn Nets, Jordi Fernandez, baru-baru ini menyampaikan pujian tulus atas perjuangan timnya di tengah musim yang penuh tantangan. Pada konferensi pers pasca-kekalahan 112-98 dari New York Knicks pada 25 November 2025, Fernandez menyoroti ketangguhan pemain meski tim tertinggal jauh di babak kedua. Dengan rekor 4-12 yang membuat Nets berada di dasar Wilayah Timur, Fernandez tetap optimis, sebut timnya bermain dengan “hati dan komitmen” yang tak tergoyahkan. Pujian ini datang saat Nets berjuang membangun identitas baru di era rebuild, di mana usaha kolektif jadi kunci utama. Fernandez, yang memulai musim pertama sebagai pelatih kepala, lihat perjuangan ini sebagai fondasi untuk kesuksesan jangka panjang. INFO CASINO
Perjuangan Nets di Musim Rebuild: Jordi Fernandez Memuji Perjuangan Tim Brooklyn Nets
Brooklyn Nets memasuki musim 2025-26 dengan skuad muda dan minim bintang setelah serangkaian pertukaran yang tinggalkan lubang besar. Rekor awal 4-12 mencerminkan kesulitan adaptasi, termasuk kekalahan beruntun dari tim kuat seperti Knicks, di mana Karl-Anthony Towns dominasi dengan 37 poin dan 12 rebound. Fernandez akui tantangan ini, tapi puji bagaimana tim tetap bertarung tanpa menyerah. “Mereka tak punya bisnis bersaing sekeras ini, tapi mereka lakukan dengan usaha nyata,” katanya, merujuk pada pertahanan yang batasi Knicks di kuartal pertama meski akhirnya runtuh. Ini bagian dari strategi rebuild: fokus pada pengembangan daripada hasil instan, dengan Nets sengaja pertahankan rekor buruk untuk peluang draft lebih baik, tapi Fernandez tekankan bahwa sikap tak seperti tim yang sengaja kalah.
Pujian untuk Pemain Muda seperti Noah Clowney: Jordi Fernandez Memuji Perjuangan Tim Brooklyn Nets
Salah satu sorotan Fernandez adalah Noah Clowney, power forward rookie yang dapat pujian tinggi atas grit-nya. Dalam dua laga terakhir, termasuk kemenangan atas Indiana Pacers, Clowney rata-rata 16 poin dengan efisiensi tembakan 60,9 persen, plus pertahanan yang tingkatkan net rating tim hingga 18,3 poin saat ia di lapangan. Fernandez sebut Clowney “punya grit yang kami cari,” dan dorong ia terus fokus pada usaha keras. Clowney sendiri bilang, “Saya lebih fokus main keras dan beri usaha,” yang selaras dengan filosofi Fernandez. Pemain muda lain seperti Ben Saraf, pilihan kesembilan draft, juga dipuji atas performa veteran-like di pramusim, dengan enam assist dan minim turnover. Pujian ini bukan sekadar kata-kata; Fernandez beri menit bermain lebih untuk dorong perkembangan, meski tim kesulitan secara keseluruhan.
Kontribusi Bench dan Tim Kolektif
Fernandez tak lupa angkat peran bench, yang jadi tulang punggung perjuangan Nets. Di laga Knicks, pemain seperti Tyrese Martin dan Keon Johnson sumbang poin krusial dari bangku cadangan, dengan Martin efisien dari garis tiga dan Johnson kuat di rebound. Fernandez puji akuntabilitas dan dorongan antarpemain, sebut itu ciri tim yang siap maju. “Mereka saling dukung, bahkan saat kesalahan terjadi,” ujarnya, merujuk pada 33 assist di laga sebelumnya yang tunjukkan ball movement lancar. Ini konsisten dengan empat laga beruntun di mana Nets capai lebih dari 30 assist, bukti chemistry yang tumbuh. Bahkan di kekalahan, Fernandez lihat energi ini sebagai aset berharga, terutama saat Nic Claxton dan Day’Ron Sharpe dominasi pertahanan paint lawan Hornets sebelumnya, dengan Sharpe ambil tujuh rebound ofensif.
Kesimpulan
Pujian Jordi Fernandez atas perjuangan Brooklyn Nets jadi pengingat bahwa rebuild tak selalu soal kemenangan, tapi soal membangun karakter. Di tengah rekor buruk, usaha kolektif dari Clowney hingga bench tunjukkan potensi cerah, dengan Fernandez sebagai arsitek yang koaksikan komitmen maksimal. Saat musim bergulir, Nets punya fondasi kuat: grit, chemistry, dan keyakinan. Ini bukan akhir perjuangan, tapi awal era di mana usaha keras ubah narasi kegagalan jadi kisah sukses. Bagi Fernandez, tim ini sudah menang di hati—dan itu langkah pertama menuju panggung besar.