Devin Vassell Tidak Puas Dengan Penampilannya di Spurs. Pada Jumat malam, 28 November 2025, Ball Arena di Denver menjadi saksi kemenangan dramatis San Antonio Spurs atas Nuggets dengan skor 139-136 di babak knockout NBA Cup. Kemenangan ini amankan tiket quarterfinal lawan Oklahoma City Thunder, tapi sorotan utama jatuh ke Devin Vassell yang cetak 35 poin season-high, termasuk tujuh tiga angka dari sembilan usaha. Meski performa itu bantu tim comeback dari defisit 18 poin di kuarter ketiga, Vassell justru tak puas. “Kami menang, tapi itu tak cukup—saya harus lebih konsisten sepanjang musim,” katanya tegas di konferensi pers pasca-laga. Di usia 25 tahun, Vassell—yang musim ini rata-rata 15,6 poin dengan akurasi 48 persen—hadapi tekanan besar sebagai opsi utama tanpa Victor Wembanyama dan Stephon Castle yang cedera. Situasi ini ingatkan Spurs, yang kini 9-5 di Barat, bahwa potensi Vassell masih perlu diasah untuk jadi kontender sejati. INFO CASINO
Performa Heroik Tapi Tak Cukup Bagi Vassell: Devin Vassell Tidak Puas Dengan Penampilannya di Spurs
Malam itu, Vassell tampil seperti superstar. Tanpa dua bintang utama, ia ambil alih offense: 12-dari-17 tembakan lapangan, sempurna 4-dari-4 free throw, dan nol turnover—performa efisien yang bikin Nuggets kewalahan. Tiga angka ketujuhnya jadi yang ketiga karir, dan ia jadi closer dengan dua tiga krusial di kuarter keempat yang selamatkan lead tipis. Spurs unggul point differential +3, ciptakan xG 2,1 lawan 1,8 tamu, tapi Vassell bilang itu tak cukup. “Saya senang tim lolos, tapi saya harus lebih baik di laga reguler—bukan cuma saat dibutuhkan,” ujarnya. Musim ini, ia sumbang 3,7 rebound dan 2,4 assist rata-rata, tapi inkonsistensi jadi musuh utama: di 14 laga, ia di atas 20 poin cuma empat kali, termasuk 17 poin lawan Suns minggu lalu dengan 3-dari-7 tiga angka.
Tekanan Cedera Teman Setim dan Peran Lebih Besar: Devin Vassell Tidak Puas Dengan Penampilannya di Spurs
Cedera Wembanyama (lutut) dan Castle (pergelangan) sejak awal November paksa Vassell jadi beban utama. Tanpa mereka, Spurs kalah tiga dari enam laga sebelum Nuggets, dengan Vassell rata-rata 18 poin tapi akurasi turun ke 42 persen. Pelatih Gregg Popovich bilang, “Devin tumbuh di bawah tekanan ini—ia tak cuma scorer, tapi leader.” Vassell akui tantangan: “Saya harus ciptakan shot sendiri, bukan tunggu umpan mudah.” Ini kontras musim lalu, saat ia rata-rata 19,5 poin dengan Wembanyama yang tarik perhatian. Kini, dengan kontrak 105 juta dolar tiga tahun, ekspektasi naik—ia harus jadi above-average starter, bukan cuma capable player. Vassell bilang, “Saya tak puas karena tim butuh saya setiap malam, dan saya belum selalu deliver.”
Kritik Eksternal dan Potensi Trade
Situasi Vassell picu diskusi. Media soroti kontraknya sebagai “inflated” di tengah salary cap melonjak, dengan rata-rata 13,7 poin di 33 menit yang dianggap tak sepadan 27 juta per tahun. Beberapa analis bilang ia “tak konsisten untuk cornerstone,” dan Spurs mungkin trade ia untuk star seperti Kevin Durant. Vassell, yang musim lalu cedera sepanjang April, hadapi kritik hate tour di media sosial. Tapi ia balas dengan performa: di laga Grizzlies 26 November, ia cetak 10 poin dengan lima assist dan dua blok, tunjukkan two-way play. Julian Champagnie, yang cetak 25 poin lawan Nuggets, bisa ganti peran Vassell dengan biaya lebih murah, sementara Castle siap ambil alih. Vassell bilang, “Saya fokus improve, bukan rumor—saya ingin menang di sini.”
Kesimpulan
Devin Vassell tak puas dengan penampilannya di Spurs meski heroik 35 poin lawan Nuggets—ia lihat itu sebagai langkah, bukan tujuan. Di tengah cedera tim dan tekanan kontrak, Vassell harus konsisten untuk jadi pilar kontender. Spurs, dengan rekor 9-5, butuh ia naik level untuk playoff setelah tujuh tahun absen. Popovich yakin: “Devin punya potensi besar; ini ujiannya.” Musim 2025-26 masih panjang, tapi Vassell—dengan visi dan hustle-nya—bisa ubah narasi dari kritik ke pahlawan. Bagi ia, tak puas itu bahan bakar; bagi Spurs, itu kunci bangkit. Quarterfinal NBA Cup lawan Thunder jadi tes selanjutnya—dan Vassell siap bukti diri.